Imobilitas dan Intoleransi Aktivitas pada Lansia

October 3, 2009 pusva juwita 3 comments

BAB I  PENDAHULUAN

Mobilitas adalah pergerakan yang memberikan kebebasan dan kemandirian bagi seseorang. Imobilitas didefinisikan secara luas sebagai tingkat aktivitas yang kurang dari mobilitas optimal. Imobilitas, intoleransi aktivitas, dan sindromdissue sering terjadi pada lansia. Diagnosis keperawatan hambatan mobilitas fisik, potensial sindrom disuse, dan intoleransi aktivitas memberikan definisi imobilitas yang lebih luas.

Studi-studi tentang insidensi diagnosis keperawatan yang digunakan untuk lansia yang berada di Institusi perawatan mengungkapkan bahwa hambatan mobilitas fisik adalah diagnosis pertama atau kedua yang paling sering muncul. Prevalensi dari masalah ini meluas di luar institusi sampai melibatkan seluruh lansia

Awitan imobilitas atau intoleransi aktivitas untuk sebagian besar orang tidak terjadi secara tiba-tiba, bergerak dari mobilitas penuh sampai ketergantungan fisik total atau ketidak aktifan, tetapi lebih berkembang secara perlahan dan tanpa disadari. Intervensi diarahkan pada pencegahan kea rah konsekuensi-konsekuensi imobilitas dan ketidak aktifan dapat menurunkan kecepatan penurunannya.

BAB II PEMBAHASAN

Imobilitas dan Intoleransi Aktivitas pada Lansia

GANGGUAN MOBILITAS FISIK

Definisi

Sutau keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami seseorang

Batasan karakteristik

  • Ketidakmampuan untuk bergerak dengan tujuan di dalam lingkungan, termasuk mobilitas di tempat tidur, berpindah dan ambulasi
  • Keengganan untuk melakukan pergerakan
  • Keterbatasan rentang gerak
  • Penurunan kekuatan, pengendalian, atau masa otot
  • Mengalami pembatasan pergerakan, termasuk protocol-protokol mekanis dan medis
  • Gangguan koordinasi

Faktor-faktor yang berhubungan

  • Intoleransi aktivitas
  • Penurunan kekuatan dan ketahanan
  • Nyeri dan rasa tidak nyaman
  • Gangguan persepsi atau kognitif
  • Gangguan neuromuskuler
  • Depresi
  • Ansietas berat

INTOLERANSI AKTIVITAS

Definisi

Suatu keadaan ketidakcukupan energi secara fisiologis atau psikologis pada seseorang untuk bertahan aau menyelesaikan aktivitas sehri-hari yang dibutuhkan atau diinginkan.

Batasan karakteristik

  • Secara verbal melaporkan keletihan atau kelemahan
  • denyut jantung atau tekanan darah yang tidak normal terhadap aktivitas
  • Rasa tidak nyaman dispneu setelah beraktivitas
  • Perubahan elektrokardiogravis yang menunjukkan adanya disritmia atau iskemia

Faktor-faktor yang berhubungan

  • Tirah baring dan imobilitas
  • Kelemahan secara umum
  • Gaya hidup yang kurang gerak
  • Ketidakseimbanag antara suplai oksigen dan kebutuhan

Faktor-faktor Internal

Berbagai factor internal dalam imobilisasi tubuh atau bagian tubuh antara lain;

  • Penurunan fungsimuskuloskeletal
  • Perubahan fungsi neurologist
  • Nyeri
  • Defisit perceptual
  • Berkurangnya kemampuan kognitif
  • Jatuh
  • Perubahan hubungan social
  • Aspek psikologis

Faktor-faktor eksternal

Factor tersebut termasuk;

  • Program terapeutik
  • Karakteristik penghuni institusi
  • Karakteristik staf
  • Sistem pemberian asuhan keperawatan
  • Hambatan-hambatan
  • Kebijakan-kebijakan institusi

Dampak masalah pada lansia

Lansia sangt renan erhadap konsekuensi fisiologis dn psikologis dari imobilitas. Perub ahan yang berhubungan dengan usia disertai dengan penyakit kronis menjadi predisposisi bagi lansia untuk mengalami komplikasi-komplikasi ini. Secara fisiologis, tubuh bereaksi terjhadap imobilitas dengan perubahan-perubahan yang hamper sama dengan proses penuaan, oleh karena itu memperberat efek ini.

Suatu pemahman tentang dampak imobilitas dapat diperoleh dari interaksi kompetensi fisik, ancaman terhadap imobilitas, dan interpretasi pada kejadian.

MANIFESTSI KLINIS

Dampak fisiologis dari imobilitas dan ketidak efektifan

Efek

Hasil

  • Penurunan konsumsi oksigen maksimum
  • Penurunan fungsi ventrikel kiri
  • Penurunan volume sekuncup
  • Perlambatan fungsi usus
  • Pengurangan miksi
  • Gangguan tidur
  • Intoleransi ortostatik
  • Peningkatan denyut jantung, sinkop
  • Penurunan kapasitas kebugaran
  • Konstipasi
  • Penurunan evakuasi kandung kemih
  • Bermimpi pada siang hari, halusinasi

PENATALAKSANAAN

  1. Pencegahan primer

Pencegahan primer merupakan proses yang berlangsug sepanjang kehidupan dan episodic. Sebagai suatu proses yang berlangsung sepanjang kehidupan, moblilitas dan aktivitas tergantung pada fungsi system musculoskeletal, kardiovaskuler, pulmonal. Sebagai suatu proses episodic pencegahan primer diarahkan pada pencegahan masalah-masalah yang dapat tmbul akibat imoblitas atau ketidak aktifan.

  • Hambatan terhadap latihan

Berbagai hambatan mempengaruhi partisipasi lansia dalam latihan secara teratur. Bahaya-bahaya interpersonal termasuk isolasi social yang terjadi ketika teman-teman dan keluarga telah meninggal, perilaku gaya hidup tertentu (misalnya merokok dan kebiasaan diet yang buruk) depresi gangguan tidur, kurangnya transportasi dan kurangnya dukungan. Hambatan lingkungan termasuk kurangnya tempat yang aman untuk latihan dan kondisi iklim yang tidak mendukung.

  • Pengembangan program latihan

Program latihan yang sukses sangat individual, diseimbangkan, dan mengalami peningkatan. Program tersebut disusun untuk memberikn kesempatan pada klien untuk mengembangkan suatu kebiasaan yang teratur dalam melakukan bentuk aktif dari rekreasi santai yang dapat memberikan efek latihan.

Ketika klien telah memiliki evaluasi fisik secara seksama, pengkajian tentang factor-faktor pengganggu berikut ini akan membantu untuk memastikan keterikatan dan meningkatkan pengalaman;

-          Aktivitas sat ini dan respon fisiologis denyut nadsi sebelum, selama dan setelah aktivitas diberikan)

-          Kecenderungan alami (predisposisi atau penngkatan kearah latihan khusus)

-          Kesulitan yang dirasakan

-          Tujuan dan pentingnya lathan yang dirasakan

-          Efisiensi latihan untuk dirisendiri (derajat keyakinan bahwa seseorang akan berhasil)

  • Keamanan

Ketika program latihan spesifik telah diformulasikan dan diterima oleh klien, instruksi tentang latihan yang aman harus dilakukan. Mengajarkan klien untuk mengenali tanda-tanda intoleransi atau latihan yang terlalu keras sama pentingnya dengan memilih aktivitas yang tepat.

  1. Pencegahan Sekunder

Spiral menurun yang terjadi akibat aksaserbasi akut dari imobilitas dapat dkurangi atau dicegah dengan intervensi keperawatan. Keberhasilan intervensi berasal dri suatu pengertian tentang berbagai factor yang menyebabkan atau turut berperan terhadap imobilitas dan penuaan. Pencegahan sekunder memfokuskan pada pemeliharaan fungsi dan pencegahan komplikasi. Diagnosis keperawaqtan dihubungkan dengan poencegahan sekunder adalah gangguan mobilitas fisik

PENGKAJIAN

  • Kemunduran musculoskeletal

Indikator primer dari keparahan imobilitas pada system musculoskeletal adalah penurunan tonus, kekuatan, ukuran, dan ketahanan otot; rentang gerak sendi; dan kekuatan skeletal. Pengkajian fungsi secara periodik dapat digunakan untuk memantau perubahan dan keefektifan intervensi.

  • Kemunduran kardiovaskuler

Tanda dan gejala kardivaskuler tidak memberikan bukti langsung atau meyaknkan tentang perkembangan komplikasi imobilitas. Hanya sedikit petunjuk diagnostic yang dapat diandalkan pada pembentukan trombosis. Tanda-tanda tromboflebitis meliputi eritema, edema, nyeri tekan dan tanda homans positif. Intoleransi ortostatik dapat menunjukkan suatu gerakan untuk berdiri tegak seperti gejala peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah, pucat, tremor tangan, berkeringat, kesulitandalam mengikuti perintah dan sinkop

  • Kemunduran Respirasi

Indikasi kemunduran respirasi dibuktikan dari tanda dan gejala atelektasis dan pneumonia. Tanda-tanda awal meliputi peningkatan temperature dan denyut jantung. Perubahan-perubahan dalam pergerakan dada, perkusi, bunyi napas, dan gas arteri mengindikasikan adanaya perluasan dan beratnya kondisi yang terjadi.

  • Perubahan-perubahan integument

Indikator cedera iskemia terhadap jaringan yang pertama adalah reaksi inflamasi. Perubahan awal terlihat pada permukaan kulit sebagai daerah eritema yang tidak teratur dan didefinisikan sangat buruk di atas tonjolan tulang yang tidak hilang dalam waktu 3 menit setelah tekanan dihilangkan

  • Perubahan-perubahan fungsi urinaria

Bukti dari perubahan-perubahan fungsi urinaria termasuk tanda-tanda fisik berupa berkemih sedikit dan sering, distensi abdomen bagian bawah, dan batas kandung kemih yang dapat diraba. Gejala-gejala kesulitan miksi termasuk pernyataan ketidakmampuan untuk berkemih dan tekanan atau nyeri pada abdomen bagian bawah

  • Perubahan-perubahan Gastrointestinal

Sensasi subjektif dari konstipasi termasuk rasa tidak nyaman pada abdomen bagian bawah, rasa penuh, tekanan. Pengosonganh rectum yang tidak sempurna, anoreksia, mual gelisah, depresi mental, iritabilitas, kelemahan, dan sakit kepala.

  • Faktor-faktor lingkungan

Lingkungan tempat tinggal klien memberikan bukti untuk intervensi. Di dalam rumah, kamar mandi tanpa pegangan, karpet yang lepas, penerangan yang tidak adekuat, tangga yang tinggi, lantai licin, dan tempat duduk toilet yang rendah dapat menurunkan mobilitas klien. Hambatan-hambatan institusional terhadap mobilitas termasuk jalan koridor yang terhalang, tempat tidudan posisi yang tinggi, dan cairan pada lantai. Identifikasi dan penghilangan hambatan-hambatan yang potensial dapat meningkatakan mobilitas

PENATALAKSANAAN TERAPEUTIK

Pengobatan terapeutik ditujukan kearah perawatan penyakit atau kesakitan yang dihasilkan atau yang turut berperan terhadap masalah imobilitis dan penanganan konsekuensi aktual atau potensial dari imobilitas.  Contoh-contoh pendekatan terhadap penanganan imobilitas meliputi terapi fisik untuk mempertahankan mobilitas dan kekuatan otot, kompresi pneumatik intermiten dan kekuatan otot, kompresi pneumatik intermiten atau stoking kompresi gradien untuk meningkatkan aliran darah vena dan mencegah tromboembolisme, spirometri insesif untuk hiperinflasi alveoli, dan tirah baring, kecuali untuk eliminasi

INTERVENSI

Limatujuan mengarahkan intervensi keperawatan untuk mencegah atau meniadakan sekuelafisiologis dari imobilitas. Tujuan pertama meliputi pemeliharaan kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal, yang termasuk pengondisian program latihan harian baik kontraksi otot isometrik dan isotonik, aktivitas penguatan aerobik, nutrisi untuk meningkatkan anabolisme protein dan pembentukan tulang, dan sikap komitmen terhadap latihan. Kedua, pemeliharaan fleksibilitas sendi yan terlibat dalam latihan rentang gerak, posisi yang tepat, dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Ketiga, pemeliharaan ventilasi yang normal meliputi hiperinflasi dan mobilisasi serta menghilangkan sekresi. Keempat, pemeliharaan sirkulasi yang adekuat meliputi tindakan-tindakan pendukung untuk mempertahankan tonus vaskuler (termasuk mengubah posisi dalam hubungannya dengan gravitasi), stoking kompresi untuk memberikan tekanan eksternal pada tungkai, dan asupan cairan yang adekuat untuk mencegah efek dehidrasi pada volume darah. Pergerakan aktif memengaruhi toleransi ortostatik. Terakhir, pemeliharaan fungsi urinaria dan usus yang normal bergantung pada dukungan nutrisi dan struktur lingkungan serta rutinitas-rutinitas untuk memfasilitasi eliminasi. Pembahasan tentang intervensi disajikan di sini.

KONTRAKSI OTOT ISOMETRIK

Kontraksi otot isometrik meningkatkan tegangan otot tanpa mengubah panjang otot yang menggerakkan sendi. Kontraksi-kontraksi ini digunakan untuk mempertahankan kekuatan otot dan mobilitas dalam keadaan berdiri (misalnya otot-otot kuadrisep, abdominal dan gluteal) dan untuk memberikan tekanan pada tulang bagi orang-orang dengan dan tanpa penyakit kardiovaskuler. Kontraksi isometrik dilakukan dengan cara bergantian mengencangkan dan merelaksasikan kelompok otot.

KONTRAKSI OTOT ISOTONIK

Kontraksi otot yang berlawanan atau isotnik berguna untk mempertahankan kekuatan otot-otot dan tulang. Kontraksi ini mengubah panjang otot tanpa mengubah tegangan. Karena otot-otot memendek dan memanjang, kerja dapat dicapai. Kontraksi isotonik dapat dicapai pada saat berada di tempat tidur, dengan tungkai menggantung di sisi tempat tidur, atau pada saat duduk di kursi dengan cara mendorong atau menarik suatu objek yang tidak dapat bergerak. Ketika tangan atau kaki dilatih baik otot-otot fleksor dan ekstensor harus dilibatkan.

LATIHAN KEKUATAN

Aktivitas penguatan adalah latihan pertahanan yang progresif. Kekuatan otot harus menghasilkan peningkatan setelah beberapa waktu. Latihan angkat berat dengan meningkatkan pengulangan dan berat adalah aktivitas pengondisian kekuatan. Latihan ini meningkatkan kekuatan dan massa otot serta mencegah kehilangan densitas tulang dan kandungan mineral total dalam tubuh.

LATIHAN AEROBIK

Latihan aerobik adalah aktivitas yang menghasilkan peningkatan denyut jantung 60 sampai 90% dari denyut jantung maksimal dihitung dengan (220-usia seseorang) x 0,7

Aktivitas aerobik yang dipilih harus menggunakan kelompok otot besar dan harus kontinu, berirama, dan dapat dinikmati. Contohnya termasuk berjalan, berenang, bersepeda, dan berdansa.

SIKAP

Variabel utama yang dapat mengganggu keberhasilan intervensi pada individu yang mengalami imobilisasi adalah sikap perawat dan klien tentang pentingnya latihan dan aktivitas dalam rutinitas sehari-hari. Sikap perawat tidak hanya memengaruhi komitmen untuk memasukkan latihan sebagai komponen rutin sehari-hariyang berkelanjutan, tetapi juga integrasi aktif dari latihan sebagai intervensi bagi lansia di berbagai lingkungan; komunitas, rumah sakit, dan fasilitas jangka panjang. Demikian pula halnya sikap klien dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas latihan.

LATIHAN RENTANG GERAK

Latihan rentang gerak aktif dan pasif memberikan keuntungan-keuntungan yang berbeda. Latihan aktif membantu mempertahankan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot serta meningkatkan penampilan kognitif. Sebaliknya, gerakan pasif, yaitu menggerakkan sendi seseorang melalui rentang geraknya oleh orang lain, hanya membantu mempertahankan fleksibilitas.

MENGATUR POSISI

Mengatur posisi juga digunakan untuk meningkatkan tekanan darah balk vena. Jika seseorang diposisikan dengan tungkai tergantung, pengumpulan dan penurunan tekanan darah balik vena akan terjadi. Posisi duduk di kursi secara normal dengan tungkai tergantung secara potensial berbahaya untuk seseorang yang beresiko mengalami pengembangan trombosis vena. Mengatur posisi tungkai dengan ketergantungan minimal (misalnya meninggikan tungkai diatas dudukan kaki) mencegah pengumpulan darah pada ekstremitas bawah.

RENCANA PERAWATAN

Rencana asuhan keperawatan untuk imobilitas betujuan mempertahankan kemampuan dan fungsi, serta mencegah gangguan.

Diagnosa keperawatan; Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan intoleransi aktivitas, resiko tinggi sindrom dissue

Hasil yang diharapkan

Intervensi keperawatan

Klien mampertahankan kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal dan fleksibilitas sendi-sendi
  • Observasi tanda dan gejala penurunan mobilitas sendi, dan kehilangan ketahanan
  • Observasi status respirasi dan fungsi jantung pasien
  • Observasi lingkungan terhadap bahaya-bahaya keamanan yang potensialUbah lingkungan untuk menurunkan bahaya-bahaya keamanan
  • Ajarkan tentang tujuan dan pentingnya latihan
  • Ajarkan penggunaan alat-alat bantu yang tepat

DOKUMENTASI YANG ESENSIAL

Dokumentasi untuk setiap sistem meliputi hal-hal berikut;

  • Untuk muskuloskeletal ; kekuatan otot, ukuran, tonus, dan ketahanan; mobilitas sendi, termasuk rentang gerak sendi dan pengkajian fungsional mengenai kemampuan; penggunaan dan penyalahgunaan alat bantu; masalah-masalah mobilitas; dan adanya nyeri
  • Untuk Kardiovaskular; perubahan ortostatik dalam tekanan darah dan denyut nadi
  • Untuk respirasi; pengkajian paru
  • Untuk Integumen; karakteristik kulit diatas tonjolan tulang
  • Untuk urinaria; frekuensi dan jumlah berkemih
  • Untuk gastrointestinal; karakter dan pola feses dan alat bantu yang biasa digunakan untuk memfasilitasi eliminasi.
  1. Pencegahan tersier

Upaya-upaya rehabilitasi untuk memaksimalkan mobilitas bagi lansia melibatkan upaya multidisiplin yang terdiri dari perawat, dokter, ahli fisioterapi, dan terapi okupasi, seorang ahli gizi, aktivitas sosial, dan keluarga serta teman-teman

BAB III PENUTUP

Gangguan mobilitas fisik merupakan suatu keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami seseorang

Intoleransi aktifitas merupakan suatu keadaan ketidakcukupan energi secara fisiologis atau psikologis pada seseorang untuk bertahan aau menyelesaikan aktivitas sehri-hari yang dibutuhkan atau diinginkan.

Upaya-upaya rehabilitasi untuk memaksimalkan mobilitas bagi lansia melibatkan upaya multidisiplin yang terdiri dari perawat, dokter, ahli fisioterapi, dan terapi okupasi, seorang ahli gizi, aktivitas sosial, dan keluarga serta teman-teman

DAFTAR PUSTAKA

Stanley, Mickey. Beare, Patricia. Buku Ajar Keperawaan Gerontik ed. 2

Jakarta EGC ; 2006

Categories: health

KEPUTIHAN =FLUOR ALBUS

October 2, 2009 pusva juwita Leave a comment

Keputihan dalam istilah kesehatan disebut fluor albus atau leukorrhea adalah keluarnya cairan kental dari liang senggama.Cairan kental tersebut dapat bervariasi dalam wujudnya (lembek atau mengarah cair), warna dan bau. Keputihan biasanya banyak dialami wanita usia produktif / subur. Tapi, tak menutup kemungkinan bisa terjadi pada anak-anak dan usia tua.

Apakah setiap cairan yang keluar dari liang senggama dikatakan penyakit? Terus kapan dikatakan keputihan normal ? Memang saat-saat tertentu vagina akan mengeluarkan cairan yang mutlak diperlukan guna membasahi dinding vagina agar selalu bersih. Cairan ini berasal dari saluran kelamin maupun dari dinding selaput lendir rahim. Fungsinya adalah sebagai pelumas saat berhubungan dan menjaga keasaman vagina sehingga bisa mencegah terjadinya infeksi.

Gejala fluor albus atau keputihan yang normal seperti diatas biasanya cairan jernih, tidak berwarna, tidak gatal dan jumlah cairan bisa sedikit atau sedang. Keluar cairan tersebut saat masa-masa sebelum haid, sesudah haid, pada pertengahan siklus atau pada saat ovulasi, serta saat mendapat rangsangan seks.

Cairan dikatakan abnormal atau keputihan patologis jika terjadi di luar masa-masa tersebut disertai perubahan warna, bau, dan keluar dengan jumlah yang agak berlebihan. dan biasanya ada rasa gatal atau panas, dan sakit saat buang air kecil atau saat berhubungan.

Kenapa bisa timbul, apa penyebab Keputihan?

Penyebab utama fluor albus abnormal adalah infeksi daerah genital. Bisa infeksidi daerah vulva, vagina, mulut rahim, selaput lendir rahim, dan saluran telur. Infeksi ini bisa berwujud jamur, kuman, dan hewan bersel satu.Penyebab lainnya adalah kondisi tubuh yang menurun, perubahan hormon tubuh, dan masuknya benda asing.

Bagaimana pengobatan keputihan?

Tentunya sebelum pengobatan adalah diteggakkan dulu penyakit tersebut dan penyebabnya.Apakah jamur, bakteri, atau sebab yang lainnya. Dan segera konsultasikan ke dokter kandungan Anda. Jangan menundanya sampai parah,karena mengingat dampaknya, infeksi bisa naik ke saluran atas yang lebih berbahaya efeknya.

Patut juga diperhatikan kondisi umum tubuh, apakah ada faktor-faktor yang menyebabkan mudahnya terjadi infeksi. seperti adanya penyakit kencing manis atau diabetes yang tidak terkontrol kadar gulanya.

pencegahan lebih baik dari pengobatan.Beberapa kiat yang bisa kita lakukan antara lain :

  1. dalam penggunaan pakaian dalam harus diperhatikan, yaitu yang bersih, tidak ketat, dan mudah menyerap keringat.
  2. Seringlah berganti pembalut saat haid
  3. Hindari menggunakan pembersih vagina. Jika tak sedang menderita keputihan, bersihkan vagina dan sekitarnya cukup dengan air bersih saja, tidak usah yang mengandung sabun/ antiseptik .(Dikhawatirkan merusak kuman yang baik).
  4. Berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa kuman apa yang menginfeksinya dan meresepkan antibiotika atau anti jamur yang sesuai. Jangan malu jika tak mau terjadi bencana.
  5. Yang utama dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene), terutama organ reproduksi.

sumber :konsultasikesehatan.net

Categories: health

jason mraz – i’m yours

October 2, 2009 pusva juwita Leave a comment

jason mraz – i’m yours

Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you’re so hot that I melted
I fell right through the cracks
and now I’m trying to get back
Before the cool done run out
I’ll be giving it my bestest
Nothing’s going to stop me but divine intervention
I reckon its again my turn to win some or learn some

I won’t hesitate no more, no more
It cannot wait, I’m yours

Well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you’re free
Look into your heart and you’ll find love love love
Listen to the music of the moment maybe sing with me
Ah, la peaceful melodys
It’s your God-forsaken right to be loved love loved love love

So I won’t hesitate no more, no more
It cannot wait I’m sure
There’s no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I’m yours

I’ve been spending way too long checking my tongue in the mirror
And bending over backwards just to try to see it clearer
But my breath fogged up the glass
And so I drew a new face and laughed
I guess what I’m saying is there ain’t no better reason
To rid yourself of vanity and just go with the seasons
It’s what we aim to do
Our name is our virtue

I won’t hesitate no more, no more
It cannot wait I’m sure
There’s no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I’m yours

Well no no, well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you’re free
Look into your heart and you’ll find love love love love
Listen to the music of the moment come and dance with me
ah, la one big family (2nd time: ah, la happy family)
It’s your God-forsaken right to be loved love love love

I won’t hesitate no more
Oh no more no more no more
It’s your God-forsaken right to be loved, I’m sure
Theres no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I’m yours

No I won’t hesitate no more, no more
This cannot wait I’m sure
There’s no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I’m yours, I’m yours

AKPC_IDS += “1791,”;

Lirik lagu jason mraz – i’m yours ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 jason mraz – i’m yours.

Categories: lirik lagu

semangatttt…

September 29, 2009 pusva juwita 1 comment

hmmmmsemangat-semangat

Categories: Uncategorized

♥ Tips Sandal Jepit ♥

August 29, 2009 pusva juwita 6 comments

berikut ini adalah tips agar sandal jepit anda tidak hilang saat anda menanggalkannya di tempat2 yang banyak di kunjungisandal

tips ini saya berikan GRATISSSSSSS hanya Untuk anda :

  1. ingat-ingat betul warna, bentuk, bau, dan rasa eh maksud saya ukuran sandal jepit anda..^__^
  2. tempatkan sandal jepit anda di tempat yang kira-kira ta dapat dilihat oleh orang lain atau mungkin anda membawa  peti khusus untuk sandal anda dan beri kunci dobel plus alaram — hehe–
  3. nah ini satu tips yang paling ampuh sampe saat ini dan banyak digunakan yaitu Beri nama sandal anda… namanya ditulis menggunakan alat yang tidak dapat dihapus, misalnya aja ukir nama anda di alas sandal jepit tersayang…

oke-oke selamat mencoba…

sumber ; tetangga-tetangga yang sering kehilangan sandal

Categories: tips

Bagaimana Nasib Anak Cucu Kita?

August 28, 2009 pusva juwita 7 comments

Bagaimana nasib anak cucu kita kelak jika kita tidak segera memperbaiki diri dengan mengurangi pencemaran seperti ini?kot

Categories: Uncategorized

Tersenyumlah

August 26, 2009 pusva juwita 9 comments

senyum dan berikan semangat positif mu …senyum

Categories: Uncategorized

Dunia ini..

August 26, 2009 pusva juwita 5 comments

Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena tercemarorang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli. (ALBERT EINSTEIN)

Categories: kata-kata

Did you know Dismenore?

August 26, 2009 pusva juwita 6 comments

Dismenore adalah menstruasi yang menimbulkan rasa nyeri. (Carey, 2001)
Dismenore adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai membuat wanita tersebut tidak bekerja dan harus tidur. Nyeri ini bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah. (Arief Mansjoer, 2000 : 372)
Dismenore adalah sakit saat menstruasi yang dialami oleh hampir semua wanita dari waktu kewaktu. Tepat sebelum atau saat keluarnya darah menstruasi, akan timbul rasa sakit yang ritmis, dan mencengkram pada bagian bawah perut serta punggung, yang berlangsung selama beberapa jam, meskipun kadang-kadang bias sampai sehari, atau bahkan sepanjang daur menstruasi ini. (Youngson, 2002 : 87)

Pembagian Dismenore
Menurut Sarwono (1999) dismenore dibagi atas :

Dismenore Primer
Dismenore primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang nyata. Dismenore primer terjadi beberapa waktu setelah menarche (haid pertama kali) biasanya setelah 12 bulan atau lebih, oleh karena siklus-siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulatoar yang tidak disertai dengan rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. Sifat rasa nyeri adalah kejang berjangkit-jangkit, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat menyeber kedaerah pinggang dan paha. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual, muntah, sakit kepala, diarea, iritabilitas.

Dismenore Sekunder
Dismenore sekunder adalah nyeri haid yang disebabkan oleh suatu kalainan ginekologik atau adanya penyakit. Misalnya, endometriosis, infeksi pelvis (daerah panggul), tumor rahim, apendisitis, kelainan organ pencernaan, bahka kelainan ginjal. Dismenore sekunder jarang dialami sebelum usia 25 tahun. Biasanya nyeri atau kram mulai 2 hari sebelum menstruasi yang berlangsung selama 2 hari atau lebih. Keluhan dismenore akan meningkat pada wanita yang mengalami kegemukan, kurang nutrisi, peminum kopi, peminum alcohol, perokok, tidak aktif secara seksual, tidak pernah melahirkan. Juga biasa dialami oleh wanita yang dalam keluarganya ada riwayat dismenore.

Faktor-Faktor Penyebab
Menurut Sarwono (1999) faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya dismenore adalah :

Faktor kejiwaan
Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil, apalagi jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses haid, hal ini akan mudah timbul dismenore.

Faktor konstitusi
Faktor ini, yang erat hubungannya dengan faktor kejiwaan, dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. Faktor-faktor seperti anemia, penyakit menahun dapat mempengaruhi timbulnya dismenore.

Faktor alergi
Teori ini dikemukakan setelah memperhatikan adanya asosiasi antara dismonore dengan urtikaria, migraine atau asma bronchial. Smith menduga bahwa sebab alergi ialah toksin haid. Penyelidikan dalam tahun-tahun trerakhir menunjukkan bahwa peningkatan kadar prostaglandin memegang peranan penting dalam etiologi dismenore primer.

Tanda dan Gejala
Menurut Arif Mansjoer (2000 : 373) tanda dan gejala dari dismenore adalah :
Dimenore primer
1. Usia lebih muda, maksimal usia 15-25 tahun
2. Timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur
3. Sering terjadi pada nulipara
4. Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastik
5. Nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid
6. Tidak dijumpai keadaan patologi pelvik
7. Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatorik
8. Sering memberikan respon terhadap pengobatan medikamentosa
9. Pemeriksaan pelvik normal
10. Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan, nyeri kepala

Dismenore sekunder
1. Usia lebih tua, jarang sebelum usia 25 tahun
2. Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur
3. Tidak berhubngan dengan siklus paritas
4. Nyeri sering terasa terus menerus dan tumpul
5. Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah
6. Berhubungan dengan kelainan pelvik
7. Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi
8. Seringkali memerlukan tindakan operatif
9. Terdapat kelainan pelvik

Penatalaksanaan
Menurut Sarwono (1999), penatalaksanaan yang dapat dilaksanakan untuk pasien dismenore adalah :

Penerangan dan nasihat
Perlu dijelaskan kepada penderita bahwa dismenore adalah gangguan yang tidak berbahaya untuk kesehatan. Hendaknya diadakan penjelasan dan diskusi mengenai cara hidup, pekerjaan, kegiatan, dan lingkungan penderita. Kemungkinan salah informasi mengenai haid atau adanya tabu atau tahayul mengenai haid perlu dibicarakan. Nasihat-nasihat mengenai makanan sehat, istirahat yang cukup, dan olahraga mungkin berguna. Kadang-kadang diperlukan psikoterapi.

Pemberian obat analgetik
Dewasa ini banyak beredar obat-obat analgesic yang dapat diberikan sebagai terapi simptomatik. Jika rasa nyerinya berat, diperlukan istirahat di tempat tidur dan kompres panas pada perut bawah untuk mengurangi penderitaan. Obat analgesic yang sering di berikan adalah preparat kombinasi aspirin, fenasetin, dan kafein. Obat-obat paten yang beredar di pasaran ialah antara lain novalgin, ponstan, acet-aminophen.

Terapi hormonal
Tujuan terapi hormonal adalah menekan ovulasi. Tindakan ini bersifat sementara dengan maksud membuktikan bahwa gangguan benar-benar dismenore primer, atau untuk memungkinkan penderita melaksanakan pekerjaan penting pada waktu haid tanpa gangguan. Tujuan ini dapat dicapai dengan pemberian salah satu jenis pil kombinasi kontasepsi.

Terapi alternative
Sebagai tambahan pemakaian obat penawar sakit tanpa resep, ada banyak yang dapat anda lakukan sendiri untuk membantu mengurangi kram menstruasi, dan dengan sedikit percobaan, anda pasti dapat menemukan cara untuk membawa kelegaan. Suhu panas merupakan ramuan tua yaitu dapat dilakukan dengan kompres handuk panas atau botol air panas pada perut atau punggung bawah. Mandi air hangat juga bisa membantu.
Beberapa wanita mencapai keringanan melalui olahraga, yang tidak hanya mengurangi stress dan orgasme juga dapat membantu dengan mengurangi tegangan pada otot-otot pelvis sehingga membawa kekenduran dan rasa nyaman.
Beberapa posisi yoga dipercaya dapat menghilangkan kram menstruasi. Salah satunya adalah peregangan kucing, yang meliputi berada pada posisi merangkak kemudian secara perlahan menaikkan punggung anda keatas setinggi-tingginya.

Categories: Uncategorized

hidup ini seperti naik sepeda

August 14, 2009 pusva juwita 6 comments

‘hidup ini seperti naik sepeda agar tetap seimbang kau harus terus bergerak’spda

Categories: kata-kata