Pusva's Blog

Just another WordPress.com weblog

hidup sehat dengan bersepeda

on February 23, 2010

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan penyakit disebabkan oleh ketidakseimbangan metabolisme. Ketidakseimbangan metabolisme biasanya disebabkan karena perubahan kebiasaan beraktivitas.

Sebagian besar dari kita pasti mengalami saat-saat di masa muda yang penuh beragam keaktifan. Ikut tim basket, volley, atau sepakbola di SMA atau masa kuliah. Aktif jadi anggota klub/ektrakurikuler olahraga. Aktif jadi pengurus senat, ke sana kemari. Jalan-jalan ke berbagai tempat, plesiran, naik gunung, ikut penelitian dan macam-macam lainnya.

Tapi ketika lulus kuliah dan masuk dunia kerja, sebagian besar dari kita langsung mendapatkan perubahan. Kegiatan-kegiatan seperti itu jadi seperti kemewahan dan kita tenggelam dalam gaya hidup beraktifitas yang lain.

Coba amati, kebanyakan dari kita yang sudah mulai menjadi pekerja selama beberapa tahun hanya memiliki rutinitas berangkat pagi – pulang petang. Di perjalanan, kalau mengendarai kendaraan bermotor seperti mobil, aktifitas kita hanya buka pintu, kemudian duduk depan kemudi lantas konsentrasi. Paling-paling aktifitas kita cuma injak kopling, oper transmisi dan putar kemudi.

Kalau mobil perseneling otomatis lebih enak lagi. Tak perlu injak kopling. Begitu pula pengendara motor. Aktifitasnya mungkin agak lebih banyak sedikit, kalau iseng, meliuk-liuk di antara kemacetan. Saya rasa aktifitas macam itu kurang cukup signifikan.

Kalau sampai kantor, ya sudah, duduk depan komputer, baca-baca dokumen, tulis sana, tulis sini. Kalau keluar kantor, misalnya urusan kerja, paling tinggal masuk mobil kantor, terus kembali lagi di balik kemudi saja. Tak ada keaktifan yang signifikan.

Memang, ada beberapa pekerja yang menyempatkan diri untuk berolahraga di pusat kebugaran. Tapi tak banyak dibandingkan mereka yang habis waktunya di pekerjaan dan di perjalanan, sehingga untuk berolahraga di pusat kebugaran adalah suatu kemewahan besar bagi banyak orang. Terlebih, kebanyakan pusat kebugaran diisi oleh mereka, pekerja muda, yang tidak terlalu sibuk.

Bagaimana dengan mereka para pekerja yang harus kejar setoran berjibun, yang habis waktunya karena lembur, hanya bisa menikmati perjalanan dari kantor ke rumah atau sebaliknya.  Alhasil, tak jarang saya temui teman-teman lama yang berubah bentuk fisiknya ketika beberapa tahun bekerja. Ada yang membulat, melebar, dan menjabar, menjadikan faktor resiko bagi segala macam penyakit. Mereka telah kehilangan ritme aktifitas yang tadinya cukup menyehatkan. 
Bersepeda sebagai Gaya Hidup

Jelas, beraktifitas yang menyehatkan atau berolahraga adalah sebuah kewajiban dan harus menjadi gaya hidup. Sebagai pekerja, sangat bisa dibilang, bersepeda ke dan dari tempat kerja (bike to work) adalah opsi yang paling bijaksana sebagai upaya membangun gaya hidup beraktifitas secara menyehatkan.

Dalam hal ini, dengan bike to work, tidak ada alasan masalah waktu luang, karena bike to work berarti mentransfer waktu yang digunakan selama perjalanan menggunakan kendaraan bermotor (yang kurang ada unsur aktifitas fisiknya) menjadi waktu beraktifitas olahraga dengan sepeda, yang tentunya dengan aktifitas fisik yang lebih dari cukup untuk menjaga kesehatan.

Tentunya ini lebih efektif dan efisien dibandingkan ke pusat kebugaran, toh yang dicari juga mesin treadmill dan sepeda statis.  Saya sendiri beberapa kali membaca kesaksian para pekerja bersepeda yang mengalami pemulihan kesehatan. Yang tadinya sering kumat asma, mendadak hilang kambuhnya. Belum lagi mereka yang girang karena mencatatkan kadar kolesterol dan gula yang berkurang karena rutin bersepeda.
Yang juga penting adalah bagaimana mencoba membangun pikiran sehat ke dalam diri sendiri, membangun sugesti dan positive thinking untuk menjadi stimulus bagi bagian otak kita (hipothalamus) yang bisa mengendalikan sistem kerja metabolisme, sistem imun dan sistem kesehatan tubuh. Juga, sepertinya, dengan gaya hidup berolahraga seperti bike to work ini, secara tidak langsung mempengaruhi bangunan pikiran kita terhadap tubuh kita sendiri untuk menjadi sehat.
Untuk itu, gaya hidup sehat seperti bike to work ini mestinya wajib dimasyarakatkan. Buat pemerintah, DEPKES mungkin, hal semua tersebut di atas mestinya menjadi momentum untuk terus menggalakkan gaya hidup sehat — seperti bike to work ini — ke masayarakat luas, selain program kampanye kebiasaan makan sehat dan program deteksi dini penyakit di fasilitas kesehatan di tingkat masyarakat. Karena, walau bagaimanapun, membangun gaya hidup sehat, sebagai upaya preventif, akan lebih cost-effective.

Jadi, wahai pekerja, jangan takut kehilangan ritme keaktifan fisik seperti di masa-masa jaya dulu ketika masih kuliah atau belum bekerja. Juga jangan takut untuk memulai merubah gaya hidup yang menyehatkan dengan mulai bersepeda ke dan dari tempat kerja. Karena yang dibutuhkan hanya kemauan untuk memancalkan pedal sepeda saja.

Setelah itu biarkan putaran pedal berikutnya membawa Anda menikmati setiap gerak otot, jantung, pembuluh darah, paru-paru, dan kelenjar keringat yang akan begitu riang menggeretak dan menggelegak namun memberikan penyegaran baru bagi tubuh.
Jangan biarkan the silent killer tiba-tiba merampok kesehatan kita.Karena yang lebih seru dan perlu adalah menularkan gaya hidup bersepeda bagi para pekerja di seantero negeri. Mari, rayakan Tahun Sepeda 2009, karena bersepeda adalah sebuah gaya hidup, terutama bagi pekerja.

sumber : http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&jd=Sepeda+dan+Gaya+Hidup+Sehat&dn=20081204232814


2 responses to “hidup sehat dengan bersepeda

  1. ayu says:

    ehem..ehem….

  2. arifin says:

    mbak..
    mbak..
    mbak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: